Kamis, 21 Juli 2016

Baru Resmi Pacaran, Siswi SMP Dicabuli Pacar di Kamar Kosan

Meskipun pemerintah sudah berusaha menekan tindakan kejahatan pencabulan dan pemerkosaan dengan beberapa cara, namun tidak menghentikan adanya pelaku yang melakukan perbuatan haram tersebut.

Baru Resmi Pacaran, Siswi SMP Dicabuli Pacar di Kamar Kosan

Kejadian memilukan ini terjadi pada seorang gadis malang yang dilakukan oleh remaja yang baru resmi menjadi pacarnya empat hari lalu. Korban dinodai saat diajak untuk bertemu.

Korban yang berinisial AL yang merupakan siswi yang masih duduk dibangku II SMP ini menjadi tempat pelampiasan nafsu bejat oleh Jumaidi (19), seorang mahasiswa semester II di salah satu universitas yang ada di kota Makassar yang tidak lain ada kekasihnya sendiri.

Awal perkenalan keduanya melalui jejaring sosial Facebook. Setelah adanya komunikasi antara keduanya, mereka pun mencoba menjalin hubungan yang lebih serius yaitu berpacaran. Setelah hari ke-empat mereka berpacaran, pelaku mengajak korban berjalan-jalan di Pantai Losari. Dengan mengendarai sepeda motor, pelaku menjemput korban di depan salah satu mesjid di Jalan Rappocini usai jamaah melakukan Salat Subuh.

Ternyata, Jumaida malah membawa AL ke kos-kosannya. "Saya dipaksa dan sempat satu kali saya diperkosa," ungkap korban sembari menutup wajahnya.

Di dalam kos pelakulah, korban diminta untuk memenuhi permintaan hubungan badan oleh pelaku. Setelah menyetebuhi korban, pelaku kemudian membonceng korban dan menurunkannya di bawah flyover.

Setelah diturunkan begitu saja di flyover, korban tidak berani untuk menghubungi orangtuanya, ia pun kemudian menelepon temannya yang kemudian menginformasikan ke orang tua AL.

HR, bapak dari korban saat ditemui di Polsek Rappocini menguturkan, sejak dari subuh dia tidak tahu keberadaan putrinya tersebut karena ponsel AL tidak aktif ketika dihubungi. Setelah mendapatkan kabar tentang anak gadisnya dari temannya, ia pun segera menuju ke flyover untuk menjemputnya.

"Saya dan keluarga langsung datangi Jumaidi di kos-kosannya yang ada di Jalan Bung. Kita bawa dia ke Polsk Rappocini," ujar HR.

Sementara itu, menurut Jumaidi sembari melap darah yang keluar dari hidungnya itu membantah atas tuduhan dari AL. Ia mengaku pada saat ini hanya saling bercumbu saja dan hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Saya memang jemput dua di depan masjid subuh tdi dana bawa ke kos saya. Lalu kami cumbu dan rayu seperti orang pacaran pada dasarnya. Saya hanya cium tidak perkosa," bantah pelaku.

Kepala Kepolisian Sektor Rappocini, Komisaris Polisi Muari, menyebutkan, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polrestabes Makassar untuk proses hukum yang lebih lanjut lagi.

"Jadi kasusnya masih dalam proses dan sore tadi kita sudah bawa korban ke Rumah Sakit untuk dilakukan visum," tuturnya.

Muari mengatatakan, dari hasil visum itu nantinya akan dijadikan sebagai bukti oleh penyidik dalam mengungkapkan kasus pencabulan tersebut. Jika pelaku terbukti melakukan pencabulan, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Previous
Next Post »

Posting Komentar